Perjuangan Shara Menuju London


Spesifikasi Buku

Cover Buku KKPK: London I'm Coming, sumber dari Google Play Books.

Judul Buku: London I'm Coming

Penulis: Nala Alya Faradisa

Penerbit: DAR! Mizan

Tahun Terbit: Edisi kedua cetakan pertama, Maret 2016

Tebal: 108 Halaman

Ukuran: 21 cm

ISBN: 978-602-242-905-0


Pendahuluan

Novel ini menceritakan tentang seorang anak pengidap disleksia bernama Shara yang kesulitan dalam belajar. Untungnya ada asrama khusus anak-anak seperti dia, dan Shara tinggal disana. Shara mendapatkan beasiswa ke London, dan bertemu kembali dengan orang-orang tersayang. Tak disangka, kisah sedih mulai diukir, dan novel ini dijamin membuatmu menangis :>


Isi

Hari Pertama di Asrama

Shara merasa sedih karena tidak dapat bersekolah. Silvia, saudara sepupu Shara, memiliki ide untuk mengantarkan Shara ke psikiater. Sesampainya di asrama, Kak Silvia mendaftarkan Shara. Setelah mendaftar dan memasuki kamar, Shara bertemu dengan Mona, dan menjadi akrab. Di waktu makan siang, Shara dan Mona makan di ruang makan. Tapi, Leo tak sengaja menumpahkan minuman ke Shara. Tiba-tiba, Shara merasa pusing, dan Mona membawanya ke ruang kesehatan. Mereka berdua tertidur sampai esok hari.

Pendaftaran Beasiswa ke London

Esok harinya, Mona dan Shara terbangun dan bersiap untuk mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia. Pengajarnya, Pak Ridwan, menawarkan Shara untuk mengambil beasiswa ke London. Shara tertarik, dan menuju ke ruang sekretariat untuk mengisi formulir beasiswanya.

Wawancara dan Hasilnya

8 April 2011, Shara berangkat ke SMPN 77 Jakarta. Disana Shara diwawancara dan tes IQ untuk mengukur kemampuan sebelum bersekolah di London. Tibalah hari pengumuman ujian beasiswa London di 20 April. Syukurlah, bukan hanya Shara lulus ujian, tapi juga memiliki IQ yang tertinggi, 157!

Shara Pergi ke London

Mona menghampiri Shara dan terkejut mengetahui dia lulus ujian beasiswa ke London. Shara dan Mona menuju ruang sekretariat untuk mendaftar ulang sebelum pergi ke London, dan Shara mulai bersiap-siap. Mona mengantar Shara ke bandara, dan memberikan kalung bertuliskan "M n S BFF". Saat Shara di dalam pesawat, kepalanya pusing lagi.

Awal yang Kurang Baik

Saat pesawat tiba di London, Shara segera menuju ke London Hotel. Shara mendapat kamar 302 bersama Ilyano Lynch. Setelah berkenalan, Lynch mengajak Shara untuk kebawah. Sesampainya di bawah, mereka berdua mendengar suara keras dan kaget saat melihat Leo pingsan dan mengeluarkan darah.

Sebentar Lagi Sekolah!

Leo dirawat di ICU rumah sakit. Shara shock mendengar penjelasan dokter kalau Leo menderita Leukemia, dan Leo meminta Shara untuk merahasiakannya. Tiga hari kemudian, Kak Shilla mendatangi kamar anak-anak untuk menyampaikan jadwal sekolah di London International School. Shara tak sabar memulai sekolahnya di London.

Perundungan yang Tak Terkira

Shara turun dari bus dan memasuki kelas 8-A bersama Lynch. Saat guru menyuruh Shara duduk, ada seorang anak yang menjegal kakinya, dan Shara terjatuh. Di ambang pintu, sekelompok anak menatap Shara, salah satunya Jasmine, yang mengaku ayahnya pemilik sekolah itu. Kemudian, salah seorang teman Jasmine yaitu Gwen menghampiri Lynch dan beradu mulut. Dan Lynch menceritakan sisi buruk dari Gwen.

Pembalasan Lynch pada Gwen

Di kantin, Gwen membawa segelas jus jeruk dan menumpahkannya pada Lynch. Seketika, Lynch memasukkan permen stroberi ke mulut Gwen, dan dia lari ke toilet karena memiliki alergi pada stroberi. Saat Shara berada di kamarnya, Kak Doni memberikan surat yang berisi apresiasi dari keluarganya.

Tantangan Gwen pada Shara

Shara merasa rindu pada keluarganya di tanah air. Lynch mengajak Shara untuk masuk ke English Club. Kemudian Lynch mendapat pesan kalau murid-murid jalur beasiswa akan dipindahkan ke asrama dalam waktu tiga hari. Saat Shara memasuki kelas, Gwen dan gengnya menatap Shara dan menantangnya dalam ujian memasak dan sains. Kalau Gwen menang, Shara dan Lynch harus menuruti apa yang dia mau. Sebaliknya, Gwen tidak boleh mengganggu Shara dan Lynch lagi.

Ujian Masak dan Sains

Ujian memasak dimulai, dan temanya adalah serba wortel. Shara membuat carrot pottage, pancake isi coklat keju, dan creamy brulee. Sementara Lynch membuat sushi, cupcake muffin, dan pancake isi es krim. Kemudian di ujian sains, Shara berhasil membuat vulcano, sementara vulcano milik Gwen dan Jasmine gagal.

Rahasia dibalik kejahilan Gwen

Esok harinya, Shara melihat nilai ujian memasak dan sains. Tak disangka, nilainya buruk, begitu juga dengan Lynch. Jasmine mengingatkan tantangan itu, dan Gwen menerangkan kemauannya pada Shara dan Lynch. Saat Shara dan Lynch berada di ruang ganti olahraga, Shara mendengarkan percakapan Gwen dan Jasmine dibalik pintu. Shara terkejut mengetahui Gwen menukar nilai Shara dan Lynch dengan nilai Gwen dan Jasmine. Shara tidak terima. Tetapi Gwen menjawab kalau dia tidak memiliki teman dan itulah alasan mengapa Gwen caper dan sombong kepada Shara. Akhirnya Shara dan Lynch memaafkan Gwen. Tapi Shara pingsan lagi. :(

Tekad Shara melawan Disleksia

Shara merasa sangat lemas di rumah sakit. Dokter Martha menghampiri Shara dan menjelaskan penyakit yang diderita Shara. Rupanya selain Shara kelelahan dan kurang gizi, Shara juga mengidap disleksia, penyakit yang membuat seseorang kesulitan dalam membaca dan menulis. Lynch mendapat email dari sahabatnya Akarin, bahwa waktu dia tidak akan lama lagi karena penyakit leukimia yang dideritanya, tapi dia tidak putus asa. Email itu dijadikan motivasi untuk Shara supaya tetap semangat dalam melawan disleksia yang dimilikinya.

Penyakit Parah yang Shara dan Kawannya Alami

Shara memasuki kamar 314 dimana Leo dirawat inap disana. Leo merasa sedih karena dia telah merepotkan Shara. Tiba-tiba, Leo kejang dan langsung dibawa di ruang ICU. Tak lama kemudian, Akarin mendatangi Shara dan menceritakan penyakitnya. Shara kembali menangis dan menceritakan penyakitnya juga kepada Akarin. Akarin menyemangati Shara supaya selalu bersemangat dalam melawan penyakitnya. Saat Dokter Martha memeriksa Shara, Shara meminta untuk diajarkan membaca dan menulis, dan Dokter Martha setuju.

Shara Berlatih Membaca dan Menulis

Shara mendatangi kamar 218 di Topaz Apartment, tempat Dokter Martha menetap. Setelah Dokter Martha memberi Shara frozen yoghurt, Shara mulai berlatih membaca. Awalnya Shara tak bisa membaca kata bahasa inggris, jadi Dokter Martha memulai dengan Bahasa Indonesia dulu. Lambat laun, Shara bisa membaca dan menulis walaupun sedikit. Leo menghampiri Shara untuk mengajaknya pulang. Mereka berdua pulang dengan taksi.

Kabar Buruk dari Keluarga

Shara meminjam laptop Gwen untuk mengecek emailnya. Ada dua pesan masuk. Pertama dari Mona kalau dia sudah pindah ke SMPN 107 Jakarta. Kedua dari Kak Silvia memberi kabar buruk kalau Nenek Livia telah meninggal diakibatkan oleh penyakit hernia. Setelah membalas pesan Kak Silvia, Shara membuka lemari untuk mengambil pakaian. Tak Disengaja, kalung pemberian Mona jatuh dan pecah.

Mendekati Waktu Pertemuan Keluarga Shara

Dokter Martha kembali mengetes kemampuan Shara dalam membaca dan menulis. Setelah itu, Shara membuka laptop miliknya yang dibeli dari hasil juara lomba cerdas cermat. Ada pesan dari Kak Silvia kalau dalam tiga hari, keluarga akan menemui Shara di London. Shara takut kalau keluarga mengetahui penyakit yang Shara derita selama ini.

Mimpi yang Sangat Buruk

Tiga hari kemudian, Shara pingsan saat ujian marathon. Petugas kesehatan membawanya ke ruang kesehatan. Shara ingat kalau hari ini keluarganya akan menemui Shara. Dia tidak mungkin akan menyambutnya dengan kondisi seperti ini. Saat shara tertidur, dia bermimpi kalau dia sedang berada di rumah sakit dan tubuhnya melayang saat dokter memberi tahukan keluarga Shara kalau Shara sudah meninggal. Shara mencoba memanggil ayah dan ibu, tapi mereka tidak mendengarnya.

Kedatangan Keluarga Shara

Keluarga Shara tiba di London dan menemui Shara. Shara senang telah mempunyai adik yang mirip dengannya. Shara berharap adiknya bisa membanggakan keluarganya. Esok harinya, keluarga Shara bersiap untuk bermain ski, tapi sebelum itu mereka pergi ke supermarket. Saat Shara berjalan di pinggir jalan, ada mobil yang hilang kendali menyerempet Shara. Orang-orang di sekitar segera membawa Shara ke rumah sakit.

Shara Telah Tiada

Saat masih berbaring, Shara menyanyikan sebuah lagu perpisahan dengan suara serak. Tidak lama, Shara berpulang untuk selamanya. Setelah Shara dimakamkan, Akarin memberikan beberapa surat dari Shara, salah satunya berisikan pesan untuk membiarkan Shara pergi. Ayah dan Bunda juga membaca diary Shara, yang halaman terakhirnya berisikan Shara merasa kalau waktunya sudah tidak lama lagi. Kemudian Dokter Martha datang dan menjelaskan penyakit yang sudah lama sekali diderita Shara, yaitu disleksia dan kemungkinan vertigo. Ayah Shara menyesali perbuatannya dulu ketika dia memarahi Shara karena tidak bisa baca dan tulis padahal sudah besar.

Pesan Mona kepada Shara

Mona datang ke London setelah 60 hari meninggalnya Shara. Dia datang ke pusaranya Shara untuk memberikan bunga mawar dan menyanyikan sebuah lagu. Tiba-tiba, angin bertiup kencang dan Mona melihat bayangan Shara. Bayangan itu mengucapkan selamat tinggal pada Mona. Mona berjanji untuk datang ke pusara Shara setiap musim gugur.


Kelebihan

Buku ini berisi banyak sekali pesan yang bermakna, di antaranya dampak buruk dalam perundungan dan berbuat curang pada orang lain. Banyak juga momen sedih disini apalagi saat Shara telah tiada. :(


Kekurangan

Buku ini tak luput dari beberapa kekurangan. Di antaranya kesalahan pengetikan pada nama Shara di halaman 59, dimana nama depan Shara tertulis "Sharafia" yang seharusnya "Sharafina". Kedua, inkonsistensi kecil di halaman 66 dimana diceritakan saat Lynch lupa kalau Gwen tidak bisa bahasa Indonesia, padahal sebelumnya Gwen mengatakan "Kamu akan kalah!". Ketiga, di halaman 97 ada bagian yang sedikit kurang jelas dimana diceritakan ada mobil dari arah lain yang hilang kendali dan menyerempet Shara. Mungkin konteksnya disini adalah Shara sedang menyebrang jalan, tapi pembaca bisa saja merasa bingung juga apakah di bagian ini Shara menyebrang atau jalan di pinggir jalan.


Penutup

Sebagai penutup saya ucapkan terima kasih kepada Niagahoster yang sudah menyediakan tempat beli domain dalam negeri dengan harga murah dan mendukung metode pembayaran dompet digital, Hurricane Electric untuk DNS Hosting gratis, Infinitz yang sudah menyediakan tempat untuk hosting laman ini, Nala Alya Faradisa selaku penulis, dan kucing yang kutemui di jalan karena menemaniku menulis sebagian resensi deskriptif ini. Itu saja, sampai jumpa!